Press enter to begin your search

SMK3 PP 50 TAHUN 2012

Apa itu K3?

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu ilmu yang terdiri dari multi disiplin ilmu untuk mencegah kecelakaan dan penakit akibat kerja (PAK). Secara Filosofi (Mangkunegara) : Suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan jasmani maupun rohani tenaga kerja khususnya dan manusia pada umumnya serta hasil karya dan budaya menuju masyarakat adil dan makmur. Keilmuan : Semua Ilmu dan Penerapannya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja (PAK), kebakaran, peledakan dan pencemaran lingkungan. OHSAS 18001:2007 : Semua kondisi dan faktor yang dapat berdampak pada keselamatan dan kesehatan kerja tenaga kerja maupun orang lain (kontraktor, pemasok, pengunjung dan tamu) ditempat kerja.

Kenapa Harus K3?

Pada setiap proses/aktifitas pekerjaan  selalu ada resiko kegagalan (risk of failures) yang dapat menimbulkan  kecelakaan kerja (work accident), seberapapun kecilnya, akan mengakibatkan efek kerugian (loss). Oleh karena itu sebisa mungkin dan sedini mungkin, kecelakaan/potensi kecelakaan kerja harus dicegah/dihilangkan, atau setidak-tidaknya dikurangi dampaknya.

Bagaimana Menanggulangi Masalah K3?

Penanganan masalah keselamatan kerja di dalam sebuah perusahaan harus dilakukan secara serius oleh seluruh komponen pelaku usaha, tidak bisa secara parsial dan diperlakukan sebagai bahasan-bahasan yang umum dalam perusahaan. Melalui efisiensi kerja yang yang optimal tetapi memenuhi syarat keselamatan dan kesehatan kerja, besarnya biaya untuk rehabilitasi kecelakaan dan penyakit akibat kerja harus ditekan dengan upaya pencegahan, sehingga perlu tindakan yang efisien untuk mengatasi bahaya yang timbul dalam tempat kerja. Salah satunya untuk menangani masalah K3 pada tempat kerja adalah penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Tujuan

Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 Tahun 2012 mengenai penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3). PP No. 50 Tahun 2012 telah ditetapkan pada 12 April 2012 di Jakarta. PP tersebut merupakan peraturan pelaksanaan dari pasal 87 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dalam PP Nomor 50 Tahun 2012 tersebut, semua pemberi kerja wajib melaksanakan SMK3, terutama perusahaan yang mempekerjakan minimal 100 tenaga kerja atau perusahaan yang memiliki tingkat potensi kecelakaan yang tinggi akibat karakteristik proses kerja.  PT. Garuda Systrain Interindo bermaksud untuk menawarkan jasa konsultasi dan development hingga perusahaan klien siap mendapakan Audit SMK3 PP 50 Tahun 2012 supaya perusahaan dapat memenuhi regulasi pemerintah tersebut sekaligus menyediakan, mengimplementasikan dan memelihara Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

Ruang Lingkup Konsultasi

  • Memberikan pelatihan SMK3 PP 50 Tahun 2012 kepada Tim K3 Perusahaan
  • Melakukan review (tinjauan terhadap dokumen-dokumen) yang ada terkait dengan SMK3
  • Bersama Tim K3 Internal Perusahaan men-setup, melengkapi kekurangan yang ada pada Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Perusahaan
  • Mensosialisasikan dan memberikan Pelatihan Audit SMK3 PP 50 Th. 2012 untuk Auditor Internal
  • Menerapkan Sistem Manajemen K3 PP 50 Th. 2012 untuk seluruh lini Perusahaan
  • Proses sertifikasi SMK3 oleh Lembaga audit SMK3 Kemnaker RI

Tahap Konsultan SMK3

Agar pekerjaan konsultasi ini dapat berjalan efektif dan dapat diterapkan sesuai dengan persyaratan SMK3 PP 50 Tahun 2012, Maka tahapan Konsultasi SMK3 menggunakan beberapa pendekatan baik administrative maupun teknis. Kami mengembangkan tahapan penerapan SMK3 yang mengacu ke SMK3 PP 50 Tahun 2012.

Tahap I    : Penjelasan Dasar Proses Penerapan SMK3

1. Pelatihan dasar SMK3 bagi perwakilan perusahaan

2. Penentuan Ruang Lingkup penerapan SMK3

Tahap II   : Perencanaan Tim Penerapan SMK3

1. Pembentukan tim

2. Tinjauan Awal pelaksanaan K3 di Perusahaan saat ini

3. Pembuatan Kebijakan dan Sasaran K3 serta Pembentukan Struktur P2K3 ( Apabila belum ada)

4 Identifikasi Bahaya, Penilaian dan pengendalian Resiko dan Persyaratan Hukum dan lainnya

Tahap III : Penerapan dan Operasi

1. Pembagian Tugas dan Tanggungjawab

2. Pelaksanan Pelatihan dan Kompetensi (misal belum ada ahli K3 terkait

3. Pemenuhan kriteria wajib SMK3

4. Dokumentasi penerapan SMK3 sesuai PP 50 Tahun 2012

5. Pengendalian Dokumen

6. Pelaporan penerapan SMK3 ke Dinas Tenaga Kerja setempat

Tahap IV : Pengukuran dan Pemantauan

1. Pemantauan dan Pengukuran penerapan SMK3

2. Pengukuran jumlah Kecelakaan kerja.

3. Pelaksanaan Audit Internal (persiapan Sertifikasi)

4. Tinjauan Manajemen dan tindak lanjut pemenuhan kekurangan yang ada.

Tahap V : Proses Sertifikasi SMK3 PP 50/2012

Catatan : Perusahaan yang mengajukan Pelaksanaan Audit Eksternal untuk Sertifikasi SMK3 diharuskan sudah melakukan penerapan Sistem Manajemen K3 minimal 3 bulan.

WhatsApp Chat Kami di WhatsApp