Contoh JSA dan Cara Menyusunnya Langkah demi Langkah

Contoh JSA yang baik memuat empat kolom, yaitu langkah kerja, bahaya, risiko, dan pengendalian, dan ditulis sebelum pekerjaan dimulai. Artikel ini menyediakan satu tabel Job Safety Analysis (JSA) siap salin untuk pekerjaan mengganti lampu di ketinggian, lalu menjelaskan cara menyusunnya sendiri di tempat kerja Anda.

Prasyarat Sebelum Menyusun Contoh JSA
Sebelum menulis JSA, siapkan tiga hal, yaitu daftar pekerjaan yang akan dianalisis, orang yang benar-benar mengerjakannya, dan standar K3 yang berlaku di perusahaan Anda. JSA yang ditulis dari meja tanpa melihat pekerjaannya biasanya melewatkan bahaya yang paling nyata di lapangan.
Dasar hukumnya ada di Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PP 50/2012), yang ditetapkan pada 12 April 2012 dan berstatus berlaku di JDIH BPK. Pasal 9 ayat (3) meminta pengusaha mempertimbangkan empat hal saat menyusun rencana K3, salah satunya identifikasi potensi bahaya, penilaian, dan pengendalian risiko. JSA adalah salah satu cara praktis memenuhi hal itu pada tingkat pekerjaan.
- Pilih pekerjaan yang berisiko tinggi, baru dilakukan, atau pernah hampir menimbulkan kecelakaan.
- Libatkan dua sampai tiga orang, termasuk pekerja yang mengerjakannya setiap hari.
- Kumpulkan prosedur kerja, buku manual alat, dan lembar data keselamatan bahan bila ada.
Bila Anda masih ragu membedakannya dengan HIRADC, baca dulu perbedaan JSA dan HIRADC. Artikel ini fokus pada contoh dan cara membuatnya.
Contoh JSA Siap Salin untuk Mengganti Lampu di Ketinggian
Contoh JSA mengganti lampu di ketinggian memuat enam langkah kerja, masing-masing dengan bahaya, risiko, dan pengendalian. Tabel berikut memakai tangga lipat untuk lampu langit-langit setinggi 3 meter. Isinya ilustrasi, bukan standar baku, jadi sesuaikan dengan kondisi tempat kerja Anda sebelum dipakai di lapangan.
| Langkah kerja | Bahaya | Risiko | Pengendalian |
|---|---|---|---|
| Siapkan tangga dan lampu pengganti | Tangga lipat rusak atau tidak stabil | Pekerja terjatuh | Periksa kaki tangga dan pengunci sebelum dipakai, ganti tangga yang cacat |
| Matikan aliran listrik | Instalasi masih bertegangan | Tersengat listrik | Matikan MCB, pasang tanda larangan menyalakan, uji dengan alat penguji tegangan |
| Pasang tangga di bawah titik lampu | Lantai licin atau tidak rata | Tangga tergelincir | Bersihkan lantai, letakkan tangga di permukaan rata, minta rekan menahan tangga |
| Naik dan lepas lampu lama | Tubuh condong saat meraih lampu | Jatuh dari tangga | Jaga tiga titik tumpu, jangan berdiri di anak tangga teratas, pindahkan tangga bila lampu terlalu jauh |
| Pasang lampu baru | Lampu pecah di tangan | Luka gores | Pakai sarung tangan, siapkan wadah untuk pecahan |
| Turun, rapikan area, nyalakan listrik | Pecahan tertinggal di lantai | Terinjak dan terluka | Sapu area, lepas tanda larangan setelah semua orang menjauh dari titik kerja |
Tambahkan di bagian atas lembar JSA nama pekerjaan, lokasi, tanggal, penyusun, dan penanggung jawab.
Langkah Menyusun JSA di Tempat Kerja
Menyusun JSA dilakukan dalam lima langkah berurutan, yaitu memilih pekerjaan, memecahnya menjadi langkah kerja, mengenali bahaya tiap langkah, menetapkan pengendalian, lalu mensosialisasikan dan meninjau hasilnya. Tiap langkah dikerjakan bersama pelaksana pekerjaan di lapangan, bukan oleh satu orang. Hasilnya adalah lembar yang bisa langsung dipakai sebagai acuan kerja.

- Pilih satu pekerjaan dan beri nama yang jelas. Analisis satu pekerjaan per lembar supaya mudah dibaca di lapangan.
- Pecah pekerjaan menjadi 5 sampai 10 langkah dalam urutan sebenarnya. Amati atau tanyakan langsung ke pelaksana, jangan menebak dari prosedur tertulis saja.
- Tulis bahaya dan risiko di setiap langkah. Tanyakan apa yang bisa salah, siapa yang terkena, dan seberapa parah akibatnya.
- Tetapkan pengendalian. Lampiran PP 50/2012 menyebut lima bentuk pengendalian teknis, yaitu eliminasi, substitusi, isolasi, ventilasi, serta higienitas dan sanitasi. Pertimbangkan bentuk ini lebih dulu sebelum menetapkan alat pelindung diri.
- Sosialisasikan hasilnya sebelum pekerjaan dimulai dan tinjau ulang bila ada perubahan alat, proses, atau bahan.
Hasil JSA pada akhirnya menjadi dasar instruksi kerja. Lampiran PP 50/2012 mendefinisikan bahwa "Instruksi kerja merupakan perintah tertulis atau tidak tertulis untuk melaksanakan pekerjaan dengan tujuan untuk memastikan bahwa setiap pekerjaan dilakukan sesuai persyaratan K3 yang telah ditetapkan." Lampiran yang sama menyebut prosedur dan instruksi kerja harus ditinjau ulang secara berkala, terutama jika terjadi perubahan peralatan, proses, atau bahan baku. Penjelasan PP 50/2012 menambahkan peninjauan saat terjadi kecelakaan.
Untuk pekerjaan berisiko tinggi seperti kerja di ketinggian, hasil JSA sebaiknya dipadukan dengan pelatihan yang sesuai, misalnya pelatihan HIRADC bagi tim yang menyusun analisis risiko.
Kesalahan Umum Saat Membuat JSA
Kesalahan paling sering dalam JSA adalah menyalin contoh tanpa menyesuaikannya, menulis langkah terlalu umum, dan berhenti di daftar bahaya tanpa pengendalian. Empat kesalahan berikut perlu dihindari karena membuat lembar JSA tidak bisa dipakai sebagai pegangan kerja, dan semuanya bisa dicegah sejak tahap penyusunan.
- Langkah kerja ditulis terlalu besar, misalnya "kerjakan perbaikan", sehingga bahaya di dalamnya tidak terlihat.
- Pengendalian hanya berbunyi "hati-hati" atau "pakai APD" tanpa tindakan yang bisa diperiksa.
- Pelaksana tidak dilibatkan sehingga langkah di kertas berbeda dari kenyataan di lapangan.
- JSA tidak diperbarui walau alat, lokasi, atau orang yang mengerjakan sudah berganti.
Siapa yang harus membuat JSA? JSA disusun bersama pelaksana pekerjaan dan diketahui penanggung jawab area. Satu orang saja tidak cukup karena bahaya yang paling nyata hanya terlihat oleh orang yang mengerjakannya sehari-hari.
Cara termudah menghindarinya adalah mengujikan lembar JSA ke satu pekerja yang tidak ikut menyusunnya. Jika ia bisa mengikuti tiap langkah tanpa bertanya, lembar itu sudah cukup jelas. Jika ia bingung, tulis ulang bagian itu lebih rinci.
Checklist Penutup dan Bantuan Dokumen JSA
Lembar JSA yang lengkap bisa dipakai sebagai acuan kerja dan bahan peninjauan. Gunakan checklist berikut sebelum lembar JSA dipakai di lapangan, lalu simpan salinannya bersama dokumen K3 pekerjaan terkait supaya mudah ditemukan saat pekerjaan yang sama diulang atau ditinjau kembali.
- Nama pekerjaan, lokasi, tanggal, dan penanggung jawab sudah tertulis.
- Langkah kerja berurutan dan sesuai kenyataan di lapangan.
- Setiap langkah punya bahaya, risiko, dan pengendalian yang spesifik.
- Pekerja sudah mendapat penjelasan dan menandatangani lembar JSA.
- Jadwal tinjau ulang sudah ditetapkan.
Jika perusahaan Anda membutuhkan dokumen JSA dan HIRADC yang disusun rapi, PT Garuda Systrain Interindo (Garuda QHSE Institution) menyediakan layanan konsultasi dan pengembangan dokumen risk management HIRADC dan JSA. Tim penyusun dokumen internal juga dapat membaca tugas Ahli K3 Umum di perusahaan untuk mengetahui siapa yang perlu dilibatkan.
Kredit gambar. Foto oleh RDNE Stock project dari Pexels.
