Instruktur K3 GSI, Siapa Saja dan Bidang yang Diajarkan

Instruktur K3 di PT Garuda Systrain Interindo (Garuda QHSE Institution) adalah 21 praktisi yang profilnya tercatat di direktori resmi GSI. Mereka datang dari lapangan, mulai dari pemadam kebakaran DKI Jakarta, relawan ambulans, pengawas tambang, sampai insinyur keselamatan proses di proyek migas. Artikel ini mengenalkan siapa saja mereka dan bidang yang mereka ajarkan.

Kenapa Latar Belakang Instruktur K3 Menentukan Hasil Pelatihan
Latar belakang instruktur K3 menentukan apakah peserta pulang membawa hafalan atau kebiasaan kerja yang aman. Instruktur yang pernah menangani insiden nyata bisa menghubungkan pasal peraturan dengan kejadian di lapangan, sehingga materi lebih mudah diterapkan di tempat kerja peserta. Peserta juga lebih leluasa bertanya soal kasus di perusahaannya sendiri.
Taruhannya besar. Menurut Kementerian Ketenagakerjaan, sepanjang 2025 tercatat 319.224 klaim kecelakaan kerja di Indonesia. Sebanyak 9.834 kasus berujung kematian dan 4.133 kasus menyebabkan cacat fungsi maupun cacat total.
Pembinaan pekerja juga kewajiban hukum, bukan pilihan. Pasal 9 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja berbunyi "Pengurus diwajibkan menyelenggarakan pembinaan bagi semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya, dalam pencegahan kecelakaan dan pemberantasan kebakaran serta peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja, pula dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan." Kualitas pembinaan itu sangat bergantung pada orang yang berdiri di depan kelas.
Dari Lapangan ke Kelas, Perjalanan Para Instruktur Tanggap Darurat
Sebagian instruktur K3 GSI memulai karier jauh dari ruang kelas. Mereka belajar keselamatan dari situasi darurat yang sebenarnya, seperti kebakaran permukiman dan evakuasi bencana, lalu membawa pengalaman itu ke pelatihan. Tiga kisah berikut diambil dari profil resmi mereka di direktori instruktur GSI.
Aris Mardianto memulai karier sebagai petugas unit di Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta pada 2005. Selama lebih dari 18 tahun ia naik menjadi Kepala Regu, Kepala Peleton, hingga Analis Kebakaran di Kelurahan Pinang Ranti. Pengalaman memadamkan api di permukiman padat kini menjadi bahan ajar untuk peserta pelatihan K3 Kebakaran Kelas B Kemnaker.
Dolfi Oktafianus berangkat dari staf gudang. Ia lalu mengabdi hampir satu dekade di Palang Merah Indonesia Jakarta Timur sebagai anggota Posko Ambulans dan Unit Penanggulangan Bencana, termasuk saat penanganan bencana Lombok dan Palu. Sejak 2022 ia mengajar first aid dan tanggap darurat.
Rini Novianti adalah perawat klinis dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di layanan medis darurat, termasuk di Ambulans Gawat Darurat 118 Jakarta. Ia mengajar BLS, Medical First Responder, dan P3K. Materi seperti ini menjadi dasar pelatihan Petugas P3K Kemnaker yang wajib dimiliki perusahaan.
Instruktur Sistem Manajemen K3 dan Audit
Instruktur sistem manajemen di GSI adalah auditor yang sudah lama menilai penerapan K3 di perusahaan. Mereka mengajar cara menyusun dokumen, menjalankan audit internal, dan menyiapkan perusahaan menghadapi audit SMK3 atau sertifikasi ISO 45001, ISO 14001, dan ISO 9001. Materi ini cocok untuk tim HSE yang sedang menyiapkan audit pertama.
Linda Saraswaty, lulusan Teknik Kimia ITS, punya pengalaman lebih dari 20 tahun di manufaktur, laboratorium, dan migas. Ia memegang sertifikat IRCA Lead Auditor, Ahli K3 Umum, Ahli K3 Kimia, dan Auditor SMK3 Kemnaker RI. Irwan Sitorus aktif sejak 2018 sebagai trainer dan konsultan QHSE, dengan sertifikasi Lead Auditor ISO serta manajemen risiko berbasis ISO 31000.
Danang Kurniawan pernah menjadi Tenaga Ahli K3 Umum di PJK3 Gadjah Mada dan kini aktif sebagai asesor kompetensi LSP K3. Ia sudah mengajar di Pertamina, Pupuk Kaltim, dan Petrokimia Gresik. Instruktur seperti mereka membawakan pelatihan Auditor SMK3 Kemnaker dengan contoh temuan audit yang biasa muncul di perusahaan Indonesia.
Instruktur Migas, Keselamatan Proses, dan Pertambangan
Untuk industri berisiko tinggi, GSI menyiapkan instruktur yang pernah memegang posisi K3 di perusahaan migas global dan tambang batu bara. Pengalaman mereka mencakup sistem izin kerja, studi HAZOP, ruang terbatas, hingga pengawasan operasional tambang sesuai regulasi Minerba. Materi mereka cocok untuk pekerja dan pengawas di lokasi berisiko tinggi.
Fikry Rhydani bekerja lebih dari 18 tahun di migas, panas bumi, dan pembangkit listrik, antara lain di Chevron, Total E&P, dan ExxonMobil. Ia mengajar Work Permit System, Confined Space, dan Lifting Safety, serta pernah melatih lebih dari 60 profesional HSE di lapangan. Broto Suryono membawa pengalaman lebih dari 28 tahun di Shell Indonesia dan DuPont Sustainable Solutions untuk materi Process Safety Management dan Behaviour Based Safety.
Yulan Ibnu Malik adalah Certified HAZOP Facilitator BNSP yang memimpin studi HAZOP, HAZID, dan SIL di fasilitas migas sejak 2008. Jika Anda ingin memahami dasarnya, baca dulu penjelasan metode HAZOP.
Di sektor tambang, Mariyanti punya lebih dari 14 tahun pengalaman, termasuk sebagai Asisten Kepala Teknik Tambang dan Dept Head HSE. Ia memegang sertifikat POP, POM, dan POU Minerba dan mengajar pelatihan K3 Pertambangan.
Instruktur Kesehatan Kerja dan Pengembangan Pelatih
Kesehatan kerja diajarkan oleh dokter dan tenaga kesehatan yang juga memegang sertifikasi K3. Mereka membahas penyakit akibat kerja, higiene industri, dan penilaian risiko kesehatan, topik yang sering terlewat jika pelatihan hanya fokus pada keselamatan alat dan mesin. Pembahasan ini penting bagi dokter perusahaan dan petugas HSE.
dr. Am Maisarah Disrinama adalah lulusan kedokteran Universitas Brawijaya dan magister Universitas Airlangga. Ia pernah menjadi Ketua Unit Klinik Pelayanan Kesehatan Kerja di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, serta memegang sertifikat Ahli K3 Umum, Auditor SMK3, dan Hiperkes Dokter Perusahaan Kemnaker. Stiati Budi Lestari, lulusan Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, meniti karier lebih dari 20 tahun dari SHE Inspector hingga SHE Training Superintendent di perusahaan kontraktor tambang.
Ada juga instruktur yang fokus menyiapkan pelatih. Wawang Sukmoro adalah Master Trainer BNSP dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di operasional perusahaan multinasional. Banyak instruktur GSI lain, seperti Rahmat Azizul dan Irwan Ramelan, juga memegang sertifikat Training of Trainer BNSP Level 4. Sertifikat itu menunjukkan mereka dilatih cara mengajar, bukan hanya menguasai materi.
Cara Memilih Instruktur dan Kelas yang Tepat
Instruktur yang tepat adalah instruktur yang pengalamannya cocok dengan risiko di tempat kerja Anda. HRD pabrik kimia butuh pengajar yang paham bahan berbahaya, sedangkan kontraktor tambang butuh pengajar yang pernah mengawasi operasi tambang. Cocokkan dulu kebutuhan perusahaan Anda, baru pilih kelas yang sesuai.

Langkah praktisnya, petakan risiko utama di tempat kerja, lalu buka direktori instruktur K3 Garuda Systrain dan saring berdasarkan bidang. Baca profil lengkapnya untuk melihat pengalaman industri dan sertifikat yang dimiliki. Tanda yang perlu Anda cari adalah sertifikat Training of Trainer BNSP, sertifikat kompetensi di bidang yang diajarkan, dan pengalaman kerja di industri yang sama dengan perusahaan Anda. Setelah itu cek jadwal pelatihan K3 terbaru dan pilih program yang sesuai.
Untuk Anda yang baru memulai karier K3, kelas dasar seperti sertifikasi Ahli K3 Umum BNSP bisa menjadi pintu masuk. Panduan memilih urutannya ada di artikel sertifikasi K3 untuk fresh graduate.
Kredit gambar. Foto oleh Safi Erneste dari Pexels.
