Pelatihan Damkar Kemnaker atau Basic Fire Fighting, Pilih Mana

Pelatihan damkar Kemnaker dan Basic Fire Fighting sama-sama melatih pekerja memadamkan api pada tahap awal, tetapi hasil akhirnya berbeda. Pelatihan damkar Kemnaker memberi sertifikat yang menjadi syarat penunjukan unit penanggulangan kebakaran. Basic Fire Fighting membekali keterampilan dasar dengan sertifikat dari lembaga pelatihan. Pilihan yang tepat bergantung pada kewajiban perusahaan Anda.
Kewajiban membentuk unit penanggulangan kebakaran datang dari Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor KEP.186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja (Kepmenaker 186/1999). Kemnaker menegaskan kewajiban itu lagi lewat Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor 13/MEN/XI/2015, yang meminta pengurus membentuk unit penanggulangan kebakaran serta menggelar pelatihan dan gladi secara berkala. Penjelasan tiap jenjang ada di artikel perbedaan kelas pada K3 penanggulangan kebakaran.
Perbandingan Pelatihan Damkar Kemnaker dan Basic Fire Fighting
Perbedaan utama keduanya ada pada pengakuan sertifikat. Pelatihan damkar Kemnaker mengikuti kurikulum Lampiran II Kepmenaker 186/1999, dan sertifikatnya ditandatangani menteri atau pejabat yang ditunjuk. Basic Fire Fighting tidak diatur kurikulumnya oleh peraturan itu, sehingga isi, durasi, dan penerbit sertifikatnya ditentukan lembaga penyelenggara.
Berikut perbandingan keduanya dari sisi yang paling sering ditanyakan HRD dan supervisor HSE.
| Aspek | Pelatihan damkar Kemnaker | Basic Fire Fighting |
|---|---|---|
| Dasar kurikulum | Lampiran II Kepmenaker 186/1999 | Ditentukan lembaga penyelenggara |
| Penanda tangan sertifikat | Menteri atau pejabat yang ditunjuk | Lembaga pelatihan |
| Penyelenggara | Perusahaan Jasa K3 yang ditunjuk menteri | Lembaga pelatihan |
| Jenjang | Kelas D, C, B, dan A | Tingkat dasar |
| Fungsi utama | Syarat penunjukan anggota unit penanggulangan kebakaran | Pembekalan dan penyegaran keterampilan semua pekerja |
Durasi juga berbeda. Paket D atau tingkat dasar I dalam Lampiran II berisi 25 jam pelajaran dengan durasi 45 menit per jam, termasuk 6 jam praktik pemadaman dengan APAR dan hidran. Di GSI, program K3 Kebakaran Kelas D Kemnaker RI berlangsung 3 hari, sedangkan Basic Fire Fighting berlangsung 1 hari dengan sertifikat Garuda QHSE Institution.
Kelebihan Pelatihan Damkar Kemnaker untuk Kepatuhan Perusahaan
Kelebihan utama pelatihan damkar Kemnaker adalah kepatuhan. Pasal 7 ayat (2) Kepmenaker 186/1999 mensyaratkan petugas peran kebakaran "telah mengikuti kursus teknis penanggulangan kebakaran tingkat dasar I", yaitu Paket D. Tanpa sertifikat ini, pekerja yang Anda tunjuk belum memenuhi syarat sebagai petugas peran kebakaran.

Calon petugas peran juga harus sehat jasmani dan rohani serta berpendidikan minimal SLTP, sesuai Pasal 7 ayat (2). Materi Paket D mencakup norma K3 penanggulangan kebakaran, teori api, sistem proteksi kebakaran, prosedur darurat, praktik pemadaman dengan APAR dan hidran, serta evaluasi.
Jumlahnya juga diatur. Pasal 6 ayat (1) menetapkan petugas peran kebakaran sekurang-kurangnya 2 orang untuk setiap 25 tenaga kerja. Perusahaan dengan 200 pekerja, misalnya, membutuhkan paling sedikit 16 petugas peran bersertifikat. Rincian tugasnya dibahas di artikel petugas peran kebakaran dan jumlah minimalnya.
Jenjang berikutnya mengikuti risiko dan ukuran tempat kerja. Regu penanggulangan kebakaran wajib ada di tempat kerja risiko ringan dan sedang I dengan 300 pekerja atau lebih, serta di setiap tempat kerja risiko sedang II, sedang III, dan berat.
Anggota regu harus lulus Paket D dan Paket C. Paket C sendiri berisi 60 jam pelajaran dengan 16 jam praktik pemadaman. Untuk peran ahli spesialis, GSI membuka K3 Kebakaran Kelas A Kemnaker RI.
Kelebihan Basic Fire Fighting untuk Seluruh Karyawan
Kelebihan Basic Fire Fighting ada pada jangkauan dan waktu. Pelatihan ini cocok untuk membekali banyak pekerja sekaligus, termasuk staf kantor yang tidak ditunjuk sebagai petugas peran. Materinya berfokus pada praktik, yaitu mengenali penyebab kebakaran, memakai alat pemadam api ringan (APAR) dengan benar, dan mengikuti prosedur evakuasi.

Kebutuhan ini punya dasar hukum sendiri. Pasal 9 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja (UU 1/1970) mewajibkan pengurus menyelenggarakan pembinaan bagi semua tenaga kerja dalam pemberantasan kebakaran. Pasal 2 ayat (2) huruf e Kepmenaker 186/1999 juga mewajibkan latihan dan gladi penanggulangan kebakaran secara berkala.
Durasi yang singkat membuat Basic Fire Fighting mudah dijadwalkan ulang tanpa menghentikan produksi terlalu lama. Program Basic Fire Fighting GSI berlangsung 1 hari dengan metode hybrid atau offline, dan bisa digelar di lokasi Anda lewat in-house training K3. Kelemahannya, sertifikat Basic Fire Fighting tidak menggantikan sertifikat Paket D untuk penunjukan petugas peran kebakaran.
Rekomendasi Pilihan per Profil Perusahaan
Kebanyakan perusahaan membutuhkan keduanya dengan porsi berbeda. Pelatihan damkar Kemnaker dipakai untuk memenuhi kuota petugas peran, regu, dan koordinator yang diwajibkan Kepmenaker 186/1999. Basic Fire Fighting dipakai untuk membekali karyawan lain dan gladi berkala. Gunakan profil di bawah ini sebagai titik awal menentukan porsinya.
- Perusahaan yang belum punya petugas peran bersertifikat. Mulai dari pelatihan damkar Kelas D sebanyak 2 orang untuk setiap 25 pekerja, lalu bekali karyawan lain dengan Basic Fire Fighting.
- Pabrik atau gudang dengan risiko kebakaran sedang II ke atas. Siapkan regu Kelas C dan Ahli K3 spesialis penanggulangan kebakaran, karena Pasal 6 ayat (2) mewajibkan keduanya berapa pun jumlah pekerjanya. Pasal 6 ayat (3) juga mewajibkan sekurang-kurangnya 1 koordinator di setiap unit kerja. Basic Fire Fighting dipakai untuk gladi berkala.
- Perusahaan yang petugas perannya sudah lengkap. Pilih Basic Fire Fighting untuk penyegaran dan pembekalan karyawan baru.
- Gedung atau pabrik dengan lebih dari 50 pekerja. Pastikan buku rencana penanggulangan keadaan darurat kebakaran tersedia sesuai Pasal 2 ayat (2) huruf f, lalu latih petugas dan karyawan sesuai perannya.
Jika Anda ragu berapa petugas yang dibutuhkan, hitung dulu jumlah pekerja per lokasi dan tingkat risikonya, lalu pilih kelas yang sesuai di halaman jadwal pelatihan GSI.
Kredit gambar. Foto oleh Jeffry Surianto dari Pexels. Foto oleh Marc Arone Malimban dari Pexels. Foto oleh Shutterbug Aminul dari Pexels.
