Garuda Systrain
Kembali ke Artikel
P3K

Pertolongan Pertama Patah Tulang dan Cedera Terjepit

Claudia B
Claudia B
26 Oktober 2026
0 Dilihat
0 Komentar
Pekerja berseragam kerja terbaring di lokasi kerja sambil lengannya dibalut perban oleh penolong

Pertolongan pertama patah tulang di tempat kerja bertujuan menjaga bagian yang patah tetap diam sampai korban ditangani tenaga medis. Caranya adalah mengamankan area, menghentikan perdarahan, memasang bidai tanpa meluruskan tulang, mengompres dingin, lalu merujuk korban. Untuk cedera terjepit mesin, matikan dan kunci sumber energi mesin lebih dulu.

Panduan ini membantu Anda sebagai petugas P3K, supervisor HSE, atau pekerja di area produksi, gudang, maupun konstruksi. Hasil akhirnya adalah urutan tindakan yang aman dilakukan orang awam terlatih, ditambah daftar perlengkapan yang wajib siap sebelum kejadian.

Pekerja berseragam kerja terbaring di lokasi kerja sambil lengannya dibalut perban oleh penolong

Prasyarat Pertolongan Pertama Patah Tulang di Tempat Kerja

Prasyarat pertolongan pertama patah tulang adalah area yang aman bagi penolong dan korban. Pastikan mesin sudah berhenti, benda yang jatuh tidak bergerak lagi, dan jalur lalu lintas forklift sudah ditutup. Pakai sarung tangan sekali pakai dari kotak P3K, lalu panggil tim tanggap darurat sebelum mulai menangani korban.

Data BPJS Ketenagakerjaan mencatat 360.635 kasus kecelakaan kerja yang mengajukan klaim Jaminan Kecelakaan Kerja sepanjang Januari sampai November 2023, naik dari 297.725 klaim pada 2022 dan 234.370 klaim pada 2021.

Kenali tanda patah tulang sebelum bertindak. Menurut artikel pertolongan pertama fraktur Kementerian Kesehatan, tandanya meliputi nyeri, bengkak atau memar, bentuk tulang yang berubah, kulit robek pada patah tulang terbuka, dan gerakan yang terbatas. Bila korban tidak sadar, periksa nadi dan mulai resusitasi jantung paru lebih dulu.

Langkah Pertolongan Pertama Patah Tulang

Langkah pertolongan pertama patah tulang terdiri dari tujuh tindakan berurutan. Intinya adalah menilai kondisi korban, menghentikan perdarahan, membatasi gerak bagian yang patah dengan bidai, mengurangi bengkak, lalu membawa korban ke rumah sakit. Jangan menunda panggilan bantuan medis untuk patah tulang terbuka atau cedera kepala, leher, dan tulang belakang.

  1. Periksa seluruh tubuh korban. Cek kesadaran, napas, dan cedera lain yang lebih mengancam nyawa.
  2. Hentikan perdarahan. Tekan area yang berdarah atau tutup dengan kasa steril dan kain bersih.
  3. Jangan pindahkan korban bila ada dugaan cedera kepala, leher, atau tulang belakang, kecuali area itu berbahaya.
  4. Pasang bidai pada posisi apa adanya. Pakai papan atau kayu yang diikat dengan perban atau kain, tidak terlalu kencang dan tidak terlalu longgar.
  5. Topang lengan yang cedera dengan kain segitiga atau mitela di depan dada.
  6. Kompres dingin dengan es yang dibungkus kain atau handuk untuk mengurangi bengkak dan nyeri.
  7. Bawa korban ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan rontgen dan penanganan dokter.
Penolong menahan lengan korban yang dibalut perban di depan dada sambil tubuh korban diselimuti

Arum Setyaningsih, S.Kep., Ns, dari RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta menulis di laman Kementerian Kesehatan, "Hindari melakukan pemijatan pada area yang dicurigai mengalami patah tulang." Pijatan dapat memperparah bengkak dan memicu perdarahan.

Langkah Tambahan untuk Cedera Terjepit Mesin

Cedera terjepit mesin butuh langkah tambahan karena sumber cederanya masih bisa bergerak. Matikan mesin, putus sumber listrik, hidrolik, atau pneumatiknya, lalu pasang gembok dan label sebelum tangan penolong masuk ke area jepitan. Prosedur ini dikenal sebagai Lock Out Tag Out.

  • Jangan memutar balik atau membongkar mesin secara paksa tanpa teknisi yang memahami mesin tersebut. Gerakan yang salah bisa menambah tekanan pada bagian tubuh korban.
  • Tetap hubungi bantuan medis walau korban sudah lepas dan terlihat baik, karena tingkat kerusakan jaringan di bawah kulit hanya bisa dinilai lewat pemeriksaan dokter.
  • Kendalikan perdarahan dan jaga korban tetap hangat sambil menunggu tim medis, sama seperti langkah patah tulang di atas.
  • Pantau nyeri korban. MSD Manual menyebut nyeri yang terus memburuk dalam beberapa jam pertama setelah cedera bisa menandakan sindrom kompartemen, sehingga korban perlu segera ke unit gawat darurat.

Prinsip menghentikan sumber bahaya lebih dulu juga berlaku pada kasus lain, seperti dibahas di panduan pertolongan pertama tersengat listrik di tempat kerja.

Kesalahan Umum Saat Menangani Patah Tulang

Kesalahan paling umum adalah mencoba meluruskan tulang yang bengkok. MSD Manual menjelaskan bahwa pengembalian posisi tulang dilakukan dokter, biasanya setelah korban diberi obat pereda nyeri. Penolong cukup membidai bagian yang patah pada posisi saat ditemukan, lalu menyerahkan penanganan lanjutan kepada tenaga medis.

  • Memijat atau mengurut area yang cedera. Kementerian Kesehatan meminta pijatan dihindari karena memperparah bengkak.
  • Memindahkan korban secara sembarangan, terutama bila ada dugaan cedera leher atau tulang belakang.
  • Menempelkan es langsung ke kulit. Bungkus es dengan kain atau handuk lebih dulu.
  • Mengikat bidai terlalu kencang sampai jari korban pucat, dingin, atau kesemutan.

Apakah korban tetap perlu ke rumah sakit bila nyerinya sudah berkurang? Tetap perlu. Kementerian Kesehatan menyarankan korban segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan rontgen, dan bila perlu CT scan atau MRI, karena patah tulang tidak bisa dipastikan hanya dari rasa nyeri.

Checklist Kesiapan P3K untuk Cedera Tulang

Checklist kesiapan P3K untuk cedera tulang memastikan petugas, ruang, dan perlengkapan sudah siap sebelum kecelakaan terjadi. Acuannya adalah Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Tempat Kerja, yang masih berstatus berlaku di JDIH Kementerian Ketenagakerjaan.

  • Petugas P3K tersedia sesuai Lampiran I. Tempat kerja berpotensi bahaya tinggi wajib punya 1 petugas untuk setiap 100 pekerja atau kurang. Petugas dibekali pelatihan Petugas P3K Kemnaker RI.
  • Ruang P3K disediakan bila pekerja berjumlah 100 orang atau lebih, atau kurang dari 100 orang dengan potensi bahaya tinggi, lengkap dengan tandu dan bidai sesuai Pasal 9.
  • Kotak P3K tipe A berisi antara lain 20 kasa steril dan 2 kain segitiga atau mitela sesuai Lampiran II.
  • Pekerja non petugas memahami langkah dasar lewat pelatihan Basic First Aid. Penanganan luka lain dibahas di panduan pertolongan pertama luka bakar di tempat kerja.

Kredit gambar. Foto oleh Elif dari Pexels. Foto oleh RDNE Stock project dari Pexels.

#K3
Pertolongan Pertama Patah Tulang dan Cedera Terjepit | Blog GSI | Garuda QHSE Institution